Skip to main content

Posts

Showing posts with the label march

BEAUTY AND THE BEAST (2017) REVIEW : Rejuvenasi Sebuah Dongeng Klasik yang Magis

Disney sedang rajin menggalakkan kampanye untuk menghidupkan kembali dunia dongeng di film-film animasinya sebagai sebuah film live-action. Sudah ada Cinderella di tahun 2015, The Jungle Book di Tahun 2016, dan akan lebih banyak lagi di tahun-tahun berikutnya. Harta karun Disney yang sudah berdebu ini mulai dimanfaatkan sebagai ladang emas yang sangat berkilau. Dan tahun ini, Disney kembali melakukan peremajaan terhadap karyanya yang fenomenal dan menjadi film animasi pertama yang masuk nominasi Best Picture di tahun 1991 yaitu Beauty and The Beast. Bill Condon adalah komandan yang punya kendali penuh saat mengarahkan film live-action dari mahakarya milik Disney yang diambil dari dongeng legenda perancis ini. Banyak orang yang cukup khawatir atas ambisi Disney yang sedang berusaha keras mengenalkan kembali seluruh film-film animasinya di zaman sekarang. Pintarnya, Beauty and The Beast yang memiliki Emma Watson dan Dan Stevens di deretan pemainnya ini gampang meyakinkan calon penontonn...

GALIH & RATNA (2017) REVIEW : Pengingat Masa Remaja yang Manis

Telah ada sepasang sejoli lain yang lebih ikonik dan muncul jauh sebelum Cinta dan Rangga di Ada Apa Dengan Cinta? . Sepasang sejoli ini muncul dari karakter yang dibuat oleh Eddy D. Iskandar lewat tulisannya di sebuah karya novel berjudul Gita Cinta Dari SMA. Kisahnya pun pernah divisualisasikan oleh Arizal di tahun 1979. Muda-mudi di kala itu pun begitu menggilai kisah cinta dua insan manusia ini. Galih dan Ratna, kisah cinta mereka bersemi di bangku SMA dan abadi dikenang sepanjang masa. Kisah manisnya masih memberikan rasa yang tak pernah lekang oleh zaman. Hingga di generasi yang sudah berubah segala kebiasaannya ini, rasanya perlu dikenang lagi kisah cinta mereka. Maka, datanglah Lucky Kuswandi membawakan kisah cinta bahagia mereka dengan caranya sendiri. Lucky Kuswandi mengadaptasi bebas sumber utama kisah cinta Galih dan Ratna ini dan mempersembahkannya sebagai surat cinta kepada generasi remaja millenial untuk merasakan degupan cinta yang bahagia. Bukan lagi ‘Gita Cinta Dari...

THE DIVERGENT SERIES : ALLEGIANT (2016) REVIEW : The Lowest Point of This Franchise

Dan sekali lagi, buku-buku kategori young-adult menjadi sebuah tren yang cukup gemilang di tangga box office . Tetapi, lambat laun hype film adaptasi dari buku-buku young-adult semakin menurun. Hal itu terlihat ketika bagian final dari Mockingjay tak memiliki hasil opening yang memuaskan, meskipun masih berada di atas rata-rata. Menjadikan seri terakhir di adaptasi buku kategori young-adult adalah sebuah tren baru untuk meningkatkan keuntungan. Dan buku dari Veronica Roth juga mendapatkan perlakuan yang sama untuk adaptasi buku terakhir dari seri Divergent . Pintarnya, film dari adaptasi buku terakhir milik Divergent ini tak serta merta menggunakan embel-embel ‘Part 1’ atau ‘Part 2’ di akhir judul filmnya. Allegiant , buku terakhir dari seri Divergent ini membagi dua filmnya dengan dua judul yang berbeda. Allegiant, untuk seri pertama dan Ascendant , untuk film penutup dari seri Divergent . Dan di   tahun ini, Allegiant rilis untuk menjembatani penutup dari buku Divergent ya...

BATMAN V SUPERMAN : DAWN OF JUSTICE (2016) REVIEW : The Wasted 151 Minutes

Benang merah yang porak poranda di setiap film-film adaptasi DC Comics menjadi sebuah keputusan bagi Warner Bros untuk membuat ulang setiap filmnya. Sehingga, Warner Bros akan memiliki satu franchise superheroes besar yang akan disajikan kepada penontonnya di setiap tahun. Banyak sekali film-film DC yang tak memiliki respon yang baik. Dan Warner Bros memulai line up baru dari karakter-karakter manusia super DC Comics dari tahun 2013.   Man of Steel adalah line-up pertama dari DC Extended Universe yang digarap oleh Zack Snyder. Film ini mendapatkan respon positif dan negatif yang sama-sama seimbang. Meski begitu, raihan Box Office yang cukup besar membuat DC Extended Universe pun dengan segera mendapatkan lampu hijau. Maka, hadirlah sebuah film pengenalan selanjutnya yaitu Batman V Superman : Dawn of Justice. Alih-alih mengenalkan Batman secara mandiri, Zack Snyder menggarap Batman V Superman : Dawn of Justice yang sebenarnya memiliki resiko. Setelah Man of Steel yang membuat p...

ROOM (2015) REVIEW : Wide Perspective In A Small Room

Siapa yang bisa menggambarkan secara detil dan mendeskripsikan dunia mereka? Tak ada yang bisa. Setiap manusia pun hanya terbatas pada sebuah regional tertentu untuk dapat mewakili deskripsi tentang dunia mereka. Itu pun mereka harus melakukan sebuah pemahaman tentang bagaimana dunia mereka terbentuk lewat proses kesepakatan bersama. Hal itu dilakukan agar setiap individu dapat memiliki perspektif yang sama mengenai dunia di wilayah yang mereka huni.   Lantas, bagaimana jika dunia yang kalian tahu bukan hanya terbatas oleh wilayah tetapi juga dibatasi oleh dinding dua sisi yang dingin? Konstruksi pemikiran akan dunia akan jauh lebih sempit lagi. Itu lah yang mendasari sebuah cerita fiksi karya Emma Donoghue di dalam sebuah bukunya, Room . Perspektif lain yang digunakan untuk memahami dunia ini menjadi sebuah cerita menarik yang mengundang Lenny Abrahamson untuk mengadaptasinya menjadi gambar bergerak berdurasi 120 menit. Room memiliki sebuah premis cerita menarik dengan presentas...

THE DIVERGENT SERIES : INSURGENT (2015) REVIEW : Bigger Visual, Sacrificing Other Element

Tak perlu khawatir, film dengan embel-embel adaptasi buku best seller tahun ini akan semakin banyak. Terutama pada buku dengan genre young-adult yang sebenarnya memiliki formula yang sama dari satu buku ke buku yang lain. Seri penutup The Hunger Games , babak kedua dari The Maze Runner , dan masih banyak lagi buku-buku young adult meski bukan tema dystopian yang diangkat ke dalam sebuah gambar bergerak. Maka, di bulan Maret ini adalah giliran untuk babak kedua dari buku karangan Veronica Roth. Insurgent, lanjutan dari Divergent ini memiliki kesempatan untuk menunjukkan diri terlebih dahulu ketimbang buku-buku best seller lainnya. Setelah Divergent yang berhasil memikat penonton dan pendapatan yang luar biasa, tentu Summit Entertainment tak akan segan-segan untuk memberikan lampu hijau kepada seri keduanya. Insurgent kali ini mengalami perubahan di departemen penyutradaraan. Neil Burger tak kembali mengarahkan filmnya, tetapi mengawasi babak kedua dari Divergent. Tongkat kekuasaanny...

CINDERELLA (2015) REVIEW : Old-Fashioned Fairy Tale Without Lose it Magic

Dongeng sebelum tidur kembali dihadirkan di zaman yang sudah serba modern . Sesuatu hal yang menyenangkan ketika akhirnya anak-anak di era ini kembali merasakan dan mengetahui cerita indah di negeri dongeng ini. Tetapi, sayangnya, dongeng-dongeng itu mengalami beberapa perubahan agar bisa mendapatkan pasar yang lebih besar dan lebih universal . Cerita-cerita usang itu entah diceritakan dengan adanya pendewasaan karakter, lebih gelap, atau ingin membuat dongeng tersebut memiliki cerita yang lebih multidimensional daripada sebelumnya. Snow White, Sleeping Beauty, dan Alice in Wonderland sudah pernah mengalami penceritaan kembali dan mengalami ekspansi di film-film mereka. Dan tak sedikit dari film-film tersebut tak bisa mendapatkan daya magisnya layaknya dongeng-dongeng yang mereka jadikan kiblat. Sekarang, giliran dongeng Cinderella yang dijadikan film live-action oleh Disney dan disutradarai oleh Kenneth Branagh. Uniknya, Cinderella versi baru ini tak perlu mengubah cerita dan mencoba...

CHAPPIE (2015) REVIEW : Crappie Things with Big Message

Neil Blomkamp sempat membuat karya sensasional untuk debut pengarahannya. District 9, karya pertama miliknya mampu tembus Best Picture pada perhelatan penghargaan film terbesar, Academy Awards di tahun 2010. Berselang 4 tahun, Elysium rilis dan mendapatkan mixed reviews dari para kritikus dan juga para penikmat film. Maka, 2015 ini Neil Blomkamp kembali hadir menyapa penonton bioskop dengan film terbarunya. Neil Blomkamp yang selalu bermain di genre science fiction, kembali menghadirkan genre ini di dalam film terbarunya berjudul Chappie. Chappie dibintangi oleh Hugh Jackman, Dev Patel, dan juga aktris legendaris yang terkenal lewat film Alien, Sigourney Weaver. Dibintangi oleh bintang-bintang besar pun belum tentu menjadi jaminan bahwa Chappie akan berhasil memberikan performan terbaiknya. Chappie memiliki pesan yang sangat indah tetapi presentasinya tak mampu mengangkat pesan yang indah itu. Di dunia yang sudah teramat canggih, sebuah perusahaan besar membuat sebuah intelegensi b...