Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Abimana Aryasatya

WARKOP DKI REBORN : JANGKRIK BOSS PART 1 (2016) REVIEW : Semangat Nostalgia Atas Nama Komersialisasi

Siapa yang tak kenal dengan trio komedian Dono, Kasino, dan Indro? Nama mereka menjadi salah satu sosok legendaris yang dikagumi oleh banyak orang yang pernah mengikuti zaman kejayaan mereka. Mereka menyebut diri mereka ‘Warkop DKI’ yang sudah memiliki banyak sekali film-film dan serial televisi. Dono dan Kasino yang telah wafat, membuat grup komedian ini sudah absen selama beberapa tahun. Beberapa pihak ingin sekali ‘menghidupkan kembali’ sebuah ikon komedi legendaris di Indonesia ini.   Maka, Falcon Pictures yang sudah sering bekerjasama dengan Indro Warkop akhirnya melahirkan kembali trio komedian ini dengan sosok baru. Bersama dengan Anggy Umbara, Falcon Pictures berinisiatif untuk membuat Warkop DKI Reborn yang tetap mengangkat nama Dono, Kasino, dan Indro tetapi dengan wajah yang berbeda. Abimana Aryasatya, Vino G. Bastian, dan Tora Sudiro dipercaya untuk melakonkan sosok legendaris ini ke dalam sebuah film berjudul Jangkrik Boss yang dibagi menjadi dua bagian. Jelas, proyek...

NEGERI VAN ORANJE (2015) REVIEW : Kisah Kasih Di Negeri Orang

Dengan setting luar negeri, biasanya para rumah produksi menyatakan eksklusifitas akan film yang digarapnya. Alih-alih mereka menggunakan konten dalam filmnya sebagai kekuatan, terlalu banyak rumah produksi yang hanya modal setting luar negeri pun mereka menjadikannya sebagai kekuatan utama dari sebuah film. Bahkan tiga film yang rilis pada Desember 2015 lalu, mereka menggunakan setting luar negeri sebagai kekuatan penjualan dari filmnya.   Salah satunya adalah Negeri Van Oranje , film garapan Endri Pelita yang diangkat dari novel best seller. Film yang dibuat oleh rumah produksi Falcon Pictures ini memiliki banyak sekali poin utama yang dijadikan sokongan promosi. Drama persahabatan, panorama indah kota Belanda, dan juga poin novel best seller. Pun, Negeri Van Oranje ditaburi para jajaran aktor aktris kelas A dengan paras tampan dan cantik yang juga memiliki massa di setiap namanya. Dengan banyaknya taburan poin-poin yang bisa menjual film Negeri Van Oranje adalah sebuah tugas...

BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA (2015) REVIEW : Cerita Terorisme Islam yang Diteroriskan

Kesuksesan dalam menggaet penonton mungkin menjadi salah satu poin penting bagi perfilman Indonesia. Entah, dengan menggaet jutaan penonton, hal tersebut bisa menebus modal yang sudah dikeluarkan oleh film tersebut atau tidak. Mungkin ini juga yang menjadi alasan mengapa novel-novel terbaru milik Hanum Salsabila Rais diangkat menjadi sebuah film layar lebar. Apalagi setelah 99 Cahaya Di Langit Eropa sukses menggaet total 1,5 juta penonton di dalam dua filmnya.  Bulan Terbelah di Langit Amerika jelas diharapkan oleh Maxima Pictures menjadi sebuah Box Office Hit yang bisa mengekor kesuksesan film sebelumnya. Meskipun, proyek ini berada di tangan sutradara yang berbeda. Rizal Mantovani menggantikan Guntur Soeharjanto sebagai komandan tertinggi untuk mengarahkan perjalanan selanjutnya dari Hanum dan suaminya di negara Amerika. Bulan Terbelah di Langit Amerika tetap didukung dengan aktor aktris ternama Indonesia. Sama seperti 99 Cahaya di Langit Eropa , Bulan Terbelah di Langit Amerik...

3 : ALIF LAM MIM (2015) REVIEW : Tatkala Problematika Sosial Berdampak Pada Kehancuran

Menjadi salah satu sutradara yang layak diperhitungkan di kancah perfillman Indonesia, Anggy Umbara tak pernah absen untuk menghasilkan karya di setiap tahunnya. Dengan kesuksesan luar biasa dari Comic 8, semakin menegaskan lagi bahwa Anggy Umbara adalah rival bagi para sineas lain yang ingin bersaing. Memiliki proyek franchise besar yaitu Comic 8, Anggy Umbara kembali menyusun setup baru untuk dikembangkan agar menjadi franchise besar lainnya.   Menawarkan sesuatu yang berbeda, 3 : Alif Lam Mim, judul karya terbaru dari Anggy Umbara ini berpotensi untuk menarik minat penonton yang sudah terlanjur skeptis dengan genre film Indonesia yang monoton. Premis yang diusung oleh 3 : Alif Lam Mim ini memiliki isu yang sangat sensitif dan tidak dapat dipungkiri akan menimbulkan kontroversi. Tetapi, film ini juga bisa menjadi salah satu media untuk membuat surat terbuka terhadap isu yang selalu ada di negara yang selalu tanpa sengaja mematok kebenaran yang sudah pasti.  Anggy Umbara b...