Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Lukman Sardi

JAILANGKUNG (2017) REVIEW : Mitos Hantu dengan Wajah Baru yang Minim Eksplorasi

Mitos tentang sosok tak kasat mata yang dipanggil dengan mantra “datang tak dijemput, pulang tak diantar” ini kembali menghantui penontonnya. Film tentang hantu legendaris ini pernah ada dan mewarnai perfilman Indonesia di tahun 2001 sekaligus menjadi penanda bangkitnya film Indonesia kala itu. Sehingga, sosok hantu ini sudah menjadi sebuah brand yang akan dengan mudah dikonsumsi dan mendapat kepercayaan dari penontonnya. Sosok hantu legendaris ini kembali ditangani oleh sutradara yang pernah menangani sosok ini di tahun 2001 dengan rejenuvasi nama menjadi Jailangkung sesuai dengan mitos yang ada. Tetapi, mantra yang digunakan dalam ritualnya kali ini pun sudah berubah. “Datang Gendong, Pulang Bopong” menjadi mantra baru untuk memanggil makhluk tak kasat mata ini. Jose Purnomo dan Rizal Mantovani diakuisisi oleh Screenplay Films bersama dengan Legacy Pictures untuk mengarahkan Jailangkung yang dirilis di bulan lebaran 2017 ini. Selain rejuvenasi nama dari Jelangkung ke Jailangkung...

DI BALIK 98 (2015) REVIEW : Keterbatasan Dunia Fiktif dalam Setting Nyata

Para pelakon di bidang akting merambah keahlian mereka di dunia balik layar perfilman memang sedang menjadi tren. Mereka mencoba untuk mengarahkan film mereka sendiri, meskipun beberapa masih ada yang mencoba keahlian mereka lewat film pendek. Reza Rahadian, Acha Septriasa, Ladya Cheryl, dan Lukman Sardi awalnya juga memulai debut mereka lewat film pendek. Lukman Sardi memberanikan diri untuk mengasah lagi kemampuannya dalam mengarahkan sebuah film panjang yang di rilis di bioskop.   Lewat production house, MNC Pictures, yang diproduseri oleh Affandi Abdul Rachman, Lukman Sardi mengarahkan film dengan tema tragedi 98. Isu yang memiliki interpretasi luas dan menjadi salah satu tragedi yang menjadi sejarah transisi negara Indonesia. Lukman Sardi menggambarkan kejadian bersejarah itu lewat filmnya berjudul Di Balik 98. Film ini memiliki nama-nama terkenal seperti Chelsea Islan, Boy William, dan masih banyak nama-nama lainnya.  Di Balik 98 adalah universe fiktif milik Lukman Sa...

7 HARI/24 JAM (2014) REVIEW : Problematika Pernikahan dalam Tawa

  Siapa yang tak kenal dengan Dian Sastrowardoyo? Paras cantiknya sudah terkenal lewat perannya sebagai Cinta lewat film arahan Rudi Soedjarwo, Ada Apa Dengan Cinta? Setelah lama vakum setelah film terakhirnya, 3 Doa 3 Cinta, kali ini Dian Sastrowardoyo kembali hadir lewat film dengan genre komedi romantis bersama Lukman Sardi. Mereka berdua beradu akting lewat film terbarunya berjudul 7 Hari/24 Jam.   Sinar Dian Sastrowardoyo tak pernah redup. Keputusannya kembali ke layar lebar pun disambut hangat oleh para penikmat film. Banyak yang menantikan kembalinya wanita yang sudah memiliki 2 anak ini di dalam sebuah film. Fajar Nugros kembali menyapa penontonnya dengan arahannya di film ini. Sutradara komersil, Fajar Nugros, tahun ini telah menelurkan banyak karyanya. 7 Hari/24 Jam adalah karya sekian darinya yang dirilis tahun ini.  5 tahun menjalin komitmen dalam sebuah pernikahan tidak membuat Tania (Dian Sastrowardoyo) dan Tyo (Lukman Sardi) saling mengenal satu sama lain...