Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Chelsea Islan

HEADSHOT (2016) REVIEW : Kolaborasi Dua Genre Yang Memikat

Kebrutalan dalam film Martial Arts adalah sebuah indikator baru dari kualitas sebuah film milik perfilman nasional. Di poin inilah, ada sebuah titik balik yang muncul di dalam perfilman nasional. Diawali oleh film The Raid yang disutradarai oleh Gareth Evans, film ini menjadi sorotan banyak orang dan juga perfilman Internasional. Kedigdayaannya diakui oleh banyak pihak membuat perfilman nasional setidaknya mendapat citra baru baik domestik maupun mancanegara. Dengan adanya poin itu, keragaman genre di perfilman nasional pun semakin bertambah. Film-film Indonesia berusaha mengekor keberhasilan The Raid dan film-film sadis menjadi sorotan banyak orang. Sebelum The Raid menjadi tersohor, ada The Mo Brothers yang terdiri dari Timo dan Kimo yang pernah membuat genre horor thriller yang tak kalah seru yaitu Rumah Dara. The Mo Brothers pun memiliki banyak penggemar karena setidaknya pada waktu itu berhasil membuat alternatif tontonan, apalagi dalam genre horor yang pada kala itu minim akan pe...

RUDY HABIBIE (2016) REVIEW : Perjalanan Panjang Nan Terjal Sosok Ternama

Pembuat film Indonesia memang tak henti-hentinya membuatkan film biopik dari sosok orang terkenal. Ini layaknya sebuah tren bagi mereka untuk menghipnotis calon penontonnya agar berbondong-bondong pergi ke bioskop. Salah satunya adalah membuatkan sebuah film biopik dari presiden-presiden Republik Indonesia. Pak B.J. Habibie sempat mendulang sukses dengan film kisah cinta sejatinya dengan Ibu mendiang Ainun pada tahun 2012.   Seperti berusaha untuk menggaet lebih besar lagi, kisah tentang sosok presiden ketiga Indonesia ini pun dibuatkan sebuah prekuel. MD Entertainment seperti ingin mencoba lagi kesuksesan dari Habibie & Ainun yang mencapai 4,5 juta penonton pada tahun tersebut. Hanung Bramantyo pun didapuk sebagai pengarah dari prekuel cerita kehidupan sang mantan presiden Republik Indonesia kali ini. Rudy Habibie diangkat dari sebuah novel yang ditulis oleh Gina S. Noer. Beragam komentar muncul sejak film Habibie & Ainun dirilis. Ada yang suka, pun ada pula yang mengang...

DI BALIK 98 (2015) REVIEW : Keterbatasan Dunia Fiktif dalam Setting Nyata

Para pelakon di bidang akting merambah keahlian mereka di dunia balik layar perfilman memang sedang menjadi tren. Mereka mencoba untuk mengarahkan film mereka sendiri, meskipun beberapa masih ada yang mencoba keahlian mereka lewat film pendek. Reza Rahadian, Acha Septriasa, Ladya Cheryl, dan Lukman Sardi awalnya juga memulai debut mereka lewat film pendek. Lukman Sardi memberanikan diri untuk mengasah lagi kemampuannya dalam mengarahkan sebuah film panjang yang di rilis di bioskop.   Lewat production house, MNC Pictures, yang diproduseri oleh Affandi Abdul Rachman, Lukman Sardi mengarahkan film dengan tema tragedi 98. Isu yang memiliki interpretasi luas dan menjadi salah satu tragedi yang menjadi sejarah transisi negara Indonesia. Lukman Sardi menggambarkan kejadian bersejarah itu lewat filmnya berjudul Di Balik 98. Film ini memiliki nama-nama terkenal seperti Chelsea Islan, Boy William, dan masih banyak nama-nama lainnya.  Di Balik 98 adalah universe fiktif milik Lukman Sa...

MERRY RIANA : MIMPI SEJUTA DOLAR (2014) REVIEW : Inaccuracy in Inspirational Story

Mengangkat kisah inspiratif seorang tokoh bisa menjadi ke dalam sebuah film layar lebar menjadi tren di kalangan industri perfilman Indonesia. Sebuah biopik dari berbagai kalangan mulai dari seorang yang terpandang dan penting bagi negara hingga seorang yang sukses dalam karirnya mulai dari nol. Kisah inspiratif itu pun selalu dengan mudah menarik minat penontonnya untuk berbondong-bondong pergi ke bioskop untuk menontonnya. MD Pictures kembali hadir mewarnai genre ini dengan biopik baru dari sosok terkenal, Merry Riana. Nama ini akan orang-orang jumpai lewat bukunya berjudul Manusia Sejuta Dolar di toko buku terdekat. Ya, sosok ini sudah terkenal lewat buku-buku motivasinya yang ditulis oleh Alberthiene Endah yang berdasarkan dari kisah nyata dari Merry Riana. Digawangi oleh Hestu Saputra, Merry Riana pun diangkat menjadi sebuah cerita gambar bergerak untuk menginspirasi penontonnya.  Dikarenakan sebuah kerusuhan yang terjadi saat reformasi, Merry Riana (Chelsea Islan) dan kelua...