Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Riri Riza

ATHIRAH (2016) REVIEW : Urgensi, Relevansi, dan Intimasi dalam Film Biografi

Urgensi, kata yang tepat dan selalu menjadi poin menarik di setiap film-film tentang seseorang atau biografi. Menilik tujuan seperti apa yang ingin diwujudkan lewat beberapa sineas setelah menyelesaikan proyek film biografi. Beberapa poin ini memang terkadang masih terkesan bias, karena masih ada kepentingan politik yang berusaha ingin disampaikan. Memang, film sejatinya bisa digunakan sebagai alternatif penyampaian pesan, film memiliki misi dari pembuatnya. Sehingga, metode ini kerap digunakan sebagai medium untuk membangun atau mengembalikan sebuah citra. Juga ada Relevansi, kata yang tepat setelah menonton sebuah film biografi. Apa yang berusaha dibangun dan ingin disampaikan oleh menonton akan berdampak pada bagaimana seseorang memiliki paradigma dengan sosok tersebut. Dua poin itu juga yang membuat Riri Riza ingin mengabadikan secara visual tentang sosok Ibu Jusuf Kalla bernama Athirah. Memoir tentang Athirah telah pertama kali dituliskan ke dalam bentuk buku oleh Albethiene End...

ADA APA DENGAN CINTA ? 2 (2016) REVIEW : Kisah Kasih dan Sebuah Representasi

Sebuah legenda tercetak di tahun 2002, tatkala penonton film Indonesia sedang lesu-lesunya. Film arahan Rudi Soedjarwo yang menceritakan kisah cinta fase putih abu-abu ini mencetak 2,5 juta penonton pada kala itu. Peristiwa fenomenal ini menjadikan Ada Apa Dengan Cinta? --yang berkisah seputar cinta sepasang sejoli --ini diagung-agungkan oleh banyak pihak. Tak hanya menjadikannya sebagai sebuah prasasti pencetak sejarah, tetapi juga sebagai pijakan lahirnya budaya pop baru yang memberikan influensi yang besar terhadap kontruksi kisah cinta putih abu-abu kala itu. Rangga dan Cinta, kisahnya mungkin tak semiris Romeo dan Juliet yang dibangun oleh sastrawan luar negeri. Kisah cinta mereka mungkin biasa, tetapi kemanisannya pun tetap terasa hingga 14 tahun kehadirannya. Para penikmat kisah Cinta dan Rangga menantikan seperti apa kisah mereka ketika mereka harus terpisahkan oleh jarak. Dengan adanya permintaan itu, Miles Films, sang empunya cerita Cinta dan Rangga, berinisiatif untuk mengha...

PENDEKAR TONGKAT EMAS (2014) REVIEW : Misi Menghidupkan Kembali Seni Bela Diri

Martial Arts kembali dikenalkan kepada penonton lewat beberapa film yang menonjolkan gerakan laga menarik. Perpaduan Martial Arts dengan drama mafia pun coba dikembangkan lewat The Raid yang ditangani oleh Gareth Evans , meskipun sutradara film ini bukan asli Indonesia. Maka, penonton perlu diyakinkan bahwa sineas Indonesia mampu menyajikan film-film berkualitas dengan tangannya sendiri. Maka, Miles Films berkolaborasi dengan Ifa Isfansyah mencoba untuk menghidupkan Martial-Arts kolosal lewat film terbarunya. Pendekar Tongkat Emas, sebuah tribute kepada film-film laga Indonesia lawas yang terlihat digarap serius di tangan-tangan pelaku balik layarnya. Sumba, Nusa Tenggara Timur dijadikan latar tempat cerita dengan kekayaan alamnya yang indah. Dengan para lakon di dalam film yang sudah memiliki nama di industrinya, membangun pondasi yang bagus bahwa film Pendekar Tongkat Emas bukanlah film yang digarap sembarangan.  Dimulai di sebuah perguruan silat yang dikepalai oleh Cempaka...