Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Chicco Jericho

FILOSOFI KOPI 2 : BEN & JODY (2017) REVIEW : Revisi Nilai Hidup Untuk Sebuah Kedai Kopi

  Kisah pendek yang diambil dari Dewi Lestari ini telah dibudidayakan menjadi sebuah produk yang namanya sudah mahsyur. Selain film, produk dari Filosofi Kopi ini diabadikan menjadi sebuah kedai kopi yang nyata. Dengan adanya konsistensi itu, tak akan kaget apabila film yang diarahkan oleh Angga Dwimas Sasongko ini akan mendapatkan sekuel sebagai perlakuan selanjutnya. Tentu, kekhawatiran akan muncul karena cerita pendek dari Filosofi Kopi pun hanya berhenti di satu sub bab yang telah dibahas di film pertamanya. Sayembara muncul ditujukan kepada semua orang untuk membuat kisah lanjutan dari Ben dan Jody ini. Sayembara ini sekaligus memberikan bukti kepada semua orang bahwa Filosofi Kopi tetap menjadi film yang terkonsentrasi dari penonton seperti film pertamanya. Yang jelas, Angga Dwimas Sasongko tetap mengarahkan Chicco Jericho dan juga Rio Dewanto sebagai Ben dan Jody. Angga Dwimas Sasongko pun berkontribusi dalam pembuatan naskah dari cerita terpilih yang ditulis oleh Jenny Jus...

A COPY OF MY MIND (2016) REVIEW : Konstruksi Realita Jujur Kota Jakarta

“ Cita-cita aku ? Aku pengen punya home theatre sendiri biar bisa nonton film .” Sesederhana itu memang mimpi Sari, salah satu karakter utama dari film terbaru arahan Joko Anwar. Bukan menjadi hal tabu lagi bagi setiap orang untuk menaruh dan menggantungkan mimpi setinggi mungkin kepada sang Ibu Kota. Tujuannya sederhana, untuk memperbaiki kehidupannya yang belum bisa dikatakan terjamin. Dan merantau ke ibu kota menjadi salah satu opsi yang mereka gunakan.  Keinginan banyak orang untuk hidup enak di kerasnya perjuangan di Ibu Kota memang tak mudah. Kehidupan mentereng yang disorot berlebih di berbagai drama rekonstruksi media menjadi salah satu dalih bagi mereka untuk semakin yakin merantau ke ibu kota. Maka, datanglah Joko Anwar yang menawarkan diri untuk memberikan visualisasi isu sosial tersebut tanpa berusaha mendramatisir. Alih-alih terlalu serius, Joko Anwar pun menjadikan proyeknya sebagai sebuah kisah cinta dua insan yang juga memiliki problematika serius dengan kehidupa...

AACH... AKU JATUH CINTA (2016) REVIEW : Kekacauan Indah Sebuah Puisi Visual

Februari telah datang.   Muda dan mudi akan menyelenggarakan sebuah selebrasi cinta besar-besaran di dua minggu pertama. Tentu, euforia akan selebrasi cinta megah di penjuru dunia ini akan dirasakan oleh sejuta umat. Bukan hanya pasangan yang sedang dimabuk cinta, pun juga dirasakan oleh sineas-sineas untuk ikut serta meramaikan hari kasih sayang ini. Dan dengan cara memberikan tontonan romansa cinta itulah, para sineas berkontribusi menyemarakkan hari kasih sayang ini. Salah satunya yang ikut serta dalam gegap gempita selebrasi kasih sayang ini adalah Garin Nugroho. Ya, meskipun pada awalnya film ini tak dikhususkan untuk meramaikan hari kasih sayang dan rilis akhir tahun lalu. Dan menayangkannya ke dalam bulan yang penuh kasih sayang pun akan dianggap pemilihan yang tepat. Garin mempersembahkan sebuah kisah kasih Romi dan Yuli lintas zaman lewat film Aach... Aku Jatuh Cinta . Garin Nugroho terkenal dengan keunikannya dalam bertutur tanpa melupakan estetika yang membuat mata juga...

FILOSOFI KOPI (2015) REVIEW : Refleksi Dalam Secangkir Kopi

Seperti tak akan ada habisnya, adaptasi dari karya legendari milik Dewi Lestari kembali mewarnai perfilman Indonesia. Supernova : Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh baru saja menyapa penontonnya di akhir tahun 2014 lalu dengan adaptasi yang masih kacau balau. Maka, kali ini giliran buku kumpulan cerita pendek milik Dewi Lestari, Filosofi Kopi, mendapatkan perhatian dari salah satu sineas Indonesia untuk dijadikan sebagai sebuah gambar bergerak.   Proyek ini mendapat antusias tinggi karena berada di tangan yang setidaknya sudah memiliki kredibilitas di bidangnya. Angga Sasongko, sutradara yang menangani Filosofi Kopi ini telah berhasil menelurkan karya-karya yang gemilang. Apalagi, Cahaya Dari Timur : Beta Maluku berhasil memenangkan Piala Citra dalam kategori Film Indonesia Terbaik. Maka, tak salah jika Filosofi Kopi akan dinanti-nantikan oleh para penikmat film Indonesia.  Filosofi Kopi yang berawal dari sebuah cerita pendek Dewi Lestari ini menceritakan tentang sepasang sa...

CAHAYA DARI TIMUR – BETA MALUKU (2014) REVIEW : BOLA DAN ISU LAINNYA

Lagi-lagi film bertema olahraga mewarnai perfilman Indonesia. Setelah Mari Lari garapan Delon Tio ini sukses memberikan sajian film yang menarik dengan sentuhan cerita memacu motivasi dan menyentuh. Kali ini, film dengan tema Olahraga sekali lagi diangkat menjadi feature film dan Sepak Bola lagi-lagi memiliki intrik menarik untuk diangkat. Berawal dari sebuah buku berjudul Kabar Dari Tulehu, sebuah memoar kisah nyata dari sosok Sani. dan buku ini berkesempatan untuk diangkat di layar lebar dengan judul Cahaya Dari Timur : Beta Maluku. Angga Dwimas Sasongko adalah orang yang dipercaya untuk mengarahkan buku tersebut menjadi gambar bergerak. Tangannya pernah melahirkan karya dengan judul Hari Untuk Amanda yang tak disangka menjadi sajian yang menarik. Tentu, sebuah harapan pun terlahir saat Angga Dwimas Sasongko mengarahkan sebuah film baru.  Cahaya Dari Timur ini mengambil latar belakang tahun 1999, dimana Ambon sedang mengalami konfilk yang gencar-gencarnya. Sani (Chicco Jericho),...