Skip to main content

Posts

Showing posts with the label arul movie review blog

FILOSOFI KOPI 2 : BEN & JODY (2017) REVIEW : Revisi Nilai Hidup Untuk Sebuah Kedai Kopi

  Kisah pendek yang diambil dari Dewi Lestari ini telah dibudidayakan menjadi sebuah produk yang namanya sudah mahsyur. Selain film, produk dari Filosofi Kopi ini diabadikan menjadi sebuah kedai kopi yang nyata. Dengan adanya konsistensi itu, tak akan kaget apabila film yang diarahkan oleh Angga Dwimas Sasongko ini akan mendapatkan sekuel sebagai perlakuan selanjutnya. Tentu, kekhawatiran akan muncul karena cerita pendek dari Filosofi Kopi pun hanya berhenti di satu sub bab yang telah dibahas di film pertamanya. Sayembara muncul ditujukan kepada semua orang untuk membuat kisah lanjutan dari Ben dan Jody ini. Sayembara ini sekaligus memberikan bukti kepada semua orang bahwa Filosofi Kopi tetap menjadi film yang terkonsentrasi dari penonton seperti film pertamanya. Yang jelas, Angga Dwimas Sasongko tetap mengarahkan Chicco Jericho dan juga Rio Dewanto sebagai Ben dan Jody. Angga Dwimas Sasongko pun berkontribusi dalam pembuatan naskah dari cerita terpilih yang ditulis oleh Jenny Jus...

SPIDER-MAN : HOMECOMING (2017) REVIEW : Lika Liku Hidup Remaja Super

Setelah memiliki berbagai macam transisi dan pengulangan, pada akhirnya Marvel dan Disney memutuskan untuk mengakuisisi Spider-Man dari Sony untuk bisa masuk jajaran Marvel Cinematic Universe -nya. Dengan begitu, Marvel Cinematic Universe memiliki ekspansi dunia yang semakin rumit dan punya deretan manusia super yang semakin penuh sesak. Tetapi, hal itu bukan menjadi sesuatu yang perlu ditakutkan oleh Marvel Cinematic Universe karena dunianya sudah memasuki fase ketiga yang memang butuh komplikasi lebih. Dengan bergabungnya Spider-Man menjadi salah satu anggota dari Marvel Cinematic Universe , akhirnya manusia laba-laba ini masuk menjadi pemeran pendukung di Captain America : Civil War. Kemunculannya di seri ketiga dari Captain America ini menjadi usaha mencari perhatian dari Marvel kepada fansnya. Sehingga, Spider-Man seolah-olah dilahirkan kembali dengan citra diri yang berbeda dengan film-film sebelumnya. Spider-Man milik Marvel Cinematic Universe ini digambarkan memiliki usia ...

JAILANGKUNG (2017) REVIEW : Mitos Hantu dengan Wajah Baru yang Minim Eksplorasi

Mitos tentang sosok tak kasat mata yang dipanggil dengan mantra “datang tak dijemput, pulang tak diantar” ini kembali menghantui penontonnya. Film tentang hantu legendaris ini pernah ada dan mewarnai perfilman Indonesia di tahun 2001 sekaligus menjadi penanda bangkitnya film Indonesia kala itu. Sehingga, sosok hantu ini sudah menjadi sebuah brand yang akan dengan mudah dikonsumsi dan mendapat kepercayaan dari penontonnya. Sosok hantu legendaris ini kembali ditangani oleh sutradara yang pernah menangani sosok ini di tahun 2001 dengan rejenuvasi nama menjadi Jailangkung sesuai dengan mitos yang ada. Tetapi, mantra yang digunakan dalam ritualnya kali ini pun sudah berubah. “Datang Gendong, Pulang Bopong” menjadi mantra baru untuk memanggil makhluk tak kasat mata ini. Jose Purnomo dan Rizal Mantovani diakuisisi oleh Screenplay Films bersama dengan Legacy Pictures untuk mengarahkan Jailangkung yang dirilis di bulan lebaran 2017 ini. Selain rejuvenasi nama dari Jelangkung ke Jailangkung...

SWEET 20 (2017) REVIEW : Nafas Segar dalam Film Adaptasi

Adaptasi resmi dari film-film luar negeri pernah dilakukan oleh film “Love You, Love You Not” yang diadaptasi dari film thailand berjudul “I Fine, Thank You, Love You” . Kali ini, adaptasi resmi lainnya di perfilman Indonesia hadir dari film korea berjudul “ Miss Granny ”. Film dari negeri ginseng tersebut telah diadaptasi oleh berbagai macam negara mulai dari China, Thailand, Jepang, hingga Vietnam. Maka, kali ini Indonesia menghadirkan adaptasi resmi tersebut dengan judul “ Sweet 20 ”. Ody C. Harahap menjadi orang yang dipercaya untuk mengarahkan adaptasi dari Miss Granny ini. Pengarahan Ody C. Harahap ini dibantu oleh naskah yang ditulis oleh Upi. Film Sweet 20 ini   dimeriahkan pula oleh aktris dan aktor kawakan seperti Niniek L. Kariem, Widyawati, hingga Slamet Rahardjo. Juga, aktor dan aktris muda mulai dari Morgan Oey, Tatjana Saphira, dan Kevin Julio sehingga pemilihan pemainnya bisa digunakan sebagai segmentasi penonton dari film ini. Dengan jadwal perilisan yang pas sa...

WONDER WOMAN (2017) REVIEW : Hanya Film Manusia Super Seperti Biasanya

DC Extended Universe kembali mengeluarkan sebuah kisah salah satu manusia supernya untuk dikenalkan agar bangunan dunianya semakin memiliki dimensinya. Digadang sebagai sebuah film manusia super wanita pertama yang dibuatkan filmnya sendiri –meskipun sebenarnya sudah ada beberapa film-film manusia super yang dibuat sebelumnya –DC Extended Universe menunjukkan taringnya bahwa dunianya sudah menjadi sesuatu yang perlu diantisipasi. Wonder Woman yang diperankan oleh Gal Gadot ini akhirnya mendapatkan porsinya untuk bercerita tentang dirinya. Patty Jenkins, seorang sutradara perempuan yang kredibilitasnya sudah diakui oleh Academy Awards lewat film Monster memiliki kesempatan untuk mengarahkan cerita manusia super wanita ini. Selain itu, film ini juga dibintangi oleh Chris Pine dan beberapa aktor aktris lainnya sehingga Wonder Woman menjadi salah satu film yang diantisipasi oleh banyak orang. Setelah Batman V Superman : Dawn of Justice dan Suicide Squad, film-film milik DC Extended Unive...

CRITICAL ELEVEN (2017) REVIEW : Mempercayai Sebuah Cinta Dengan Segala Turbulensinya

Dari sekian banyak film-film dengan genre drama romantis di perfilman Indonesia, hanya ada beberapa film yang diproduksi dengan baik. Tak hanya dari segi teknis, tetapi juga dari sisi pengarahan film yang tak terlalu digarap serius. Menciptakan nuansa penuh akan cinta di sebuah film tak akan semudah yang dibayangkan orang. Apabila hal tersebut tak bisa diarahkan dengan baik, penonton tak akan bisa merasakan koneksi atas atmosfir penuh kasih sayang di dalam film drama bertemakan cinta. Maka, inilah yang berusaha dilakukan oleh Starvision dan Legacy Pictures untuk membuat sebuah drama romantis dengan ideal. Mereka memutuskan untuk bersama-sama mengadaptasi sebuah buku dari penulis ternama Ika Natassa. Critical Eleven , salah satu buku laris miliknya akhirnya mendapatkan kesempatan untuk ‘lahir’ pertama kali sebagai sebuah film layar lebar. Critical Eleven memiliki kru dan jajaran aktris yang tak sembarangan. Mulai dari Reza Rahadian dan Adinia Wirasti sebagai pemeran utama, Jenny Jusuf...

GUARDIANS OF THE GALAXY Vol. 2 (2017) REVIEW : Sekuel Dengan Kemeriahannya Yang Berbeda

Marvel Cinematic Universe fase ketiga sudah berjalan dengan diawali dari Captain America : Civil War di April 2016 lalu. Perjalanan fase ketiga ini memiliki lebih banyak komplikasi dibandingkan dengan beberapa fase sebelumnya. Tibalah di mana fase ketiga ini akan lebih membahas banyak tentang orang-orang yang berada di sekitar Infinity Stone . Mulai dari Doctor Strange , Guardians of The Galaxy Vol. 2 , dan Thor : Ragnarok . Semuanya akan berada di titik temu fase ketiga yaitu Avengers : Infinity War yang akan bertarung melawan Thanos. Di bulan April ini, para mantan penjahat dengan tujuan heroik ini akan menyapa penontonnya di edisi kedua filmnya. Guardians of The Galaxy Vol. 2 tetap diarahkan oleh sutradara film pertamanya yaitu James Gunn dengan naskah yang juga ditulis olehnya. Film pertamanya telah sukses merebut perhatian banyak orang sebagai sebuah film manusia super dengan latar belakang cerita yang cukup unik di jajaran film milik Marvel Cinematic Universe . Kelanjutan filmn...

KARTINI (2017) REVIEW : Refleksi Tentang Emansipasi

Penikmat film Indonesia seakan tak akan pernah berhenti untuk diberi sebuah film biografi. Memberikan ruang bagi semua orang untuk sesekali mengintip kehidupan sosok penting di sebuah layar perak. Sosok itu bisa beragam, mulai dari yang sering orang kenal hingga siapa saja yang berjasa dalam melakukan perubahan. Hanung Bramantyo, bisa dibilang seorang sutradara yang sudah beberapa kali membuat film biografi. Mulai dari tokoh agama hingga mantan presiden Republik Indonesia telah memiliki memoir yang dibuat oleh tangannya. Adanya inkonsistensi dalam berkarya membuat Hanung Bramantyo sering kali kehilangan kepercayaan penontonnya. Hingga April tahun ini, Hanung Bramantyo hadir menyapa penonton film Indonesia lewat film biografi tentang salah satu perempuan berjasa dan mahsyur dalam memperjuangkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Kartini, film ini mendapatkan sorotan yang cukup besar karena menempatkan nama Dian Sastrowardoyo sebagai pemeran Kartini. Selain Dian Sastrowardoyo, Ka...