Skip to main content

Posts

Showing posts with the label 4 stars

THE GUYS (2017) REVIEW : Komedi Khas Raditya Dika dengan Pembaharuan

Setelah hadir mencoba babak baru dalam kemampuan mengarahkan film lewat film Hangout yang rilis Desember lalu, Raditya Dika kembali lagi menyapa para penonton dan juga fans-nya. Di tahun 2017 ini, Raditya Dika kembali bekerjasama dengan rumah produksi Soraya Intercine Films untuk menyelesaikan proyek filmnya yang naskahnya sudah dikembangkan dalam jangka waktu yang panjang. Jeda waktu antara Hangout dengan proyek terbarunya ini memang terasa terlalu dekat, sehingga bisa jadi hal itu akan mempengaruhi performa Raditya Dika dari kualitas hingga kuantitas. Proyek terbarunya ini Raditya Dika tak lagi berusaha mengeksplorasi genre baru seperti yang dilakukannya di Hangout . Raditya Dika kembali lagi ke akarnya untuk membuat sebuah komedi romantis seperti apa yang dia lakukan di film-film sebelumnya. The Guys , judul proyek terbaru dari Raditya Dika bersama Soraya Intercine Films setelah berhasil berkolaborasi lewat Single di tahun 2015 lalu. Naskah yang sudah dibuat oleh Raditya Dika cuk...

GALIH & RATNA (2017) REVIEW : Pengingat Masa Remaja yang Manis

Telah ada sepasang sejoli lain yang lebih ikonik dan muncul jauh sebelum Cinta dan Rangga di Ada Apa Dengan Cinta? . Sepasang sejoli ini muncul dari karakter yang dibuat oleh Eddy D. Iskandar lewat tulisannya di sebuah karya novel berjudul Gita Cinta Dari SMA. Kisahnya pun pernah divisualisasikan oleh Arizal di tahun 1979. Muda-mudi di kala itu pun begitu menggilai kisah cinta dua insan manusia ini. Galih dan Ratna, kisah cinta mereka bersemi di bangku SMA dan abadi dikenang sepanjang masa. Kisah manisnya masih memberikan rasa yang tak pernah lekang oleh zaman. Hingga di generasi yang sudah berubah segala kebiasaannya ini, rasanya perlu dikenang lagi kisah cinta mereka. Maka, datanglah Lucky Kuswandi membawakan kisah cinta bahagia mereka dengan caranya sendiri. Lucky Kuswandi mengadaptasi bebas sumber utama kisah cinta Galih dan Ratna ini dan mempersembahkannya sebagai surat cinta kepada generasi remaja millenial untuk merasakan degupan cinta yang bahagia. Bukan lagi ‘Gita Cinta Dari...

THE BFG (2016) REVIEW : Magic In Its Simplicity [With IMAX 3D Review]

Steven Spielberg sudah bukan lagi orang lama yang berkecimpung di industri perfilman Hollywood. Bahkan, karya-karyanya selalu menjadi sebuah karya klasik yang bisa digunakan sebagai kapsul waktu dan ditonton sepanjang abad. Setelah tahun lalu menggarap sebuah film serius tentang negosiasi amerika dan rusia, kali ini Steven kembali membuat sebuah film fantasi yang dapat ditonton bersama keluarga. Proyeknya kali ini, bekerjasama dengan Disney Studios. Mengadaptasi karya penulis cerita anak-anak bernama Roald Dahl yaitu The BFG . Jelas, ini bukan ranah baru bagi Steven Spielberg dalam menggarap tema serupa. Proyek ini tentu dinanti-nantikan oleh penonton untuk mendapatkan sebuah film keluarga yang hangat dan menyenangkan untuk ditonton. Dengan tangan Steven Spielberg, proyek ini akan terlihat sangat menjanjikan apalagi dengan nama Disney studios sebagai supervisi dari film ini. The BFG arahan Steven Spielberg ini layaknya sebuah mimpi di siang bolong bagi pecinta film-film keluarga klas...

NERVE (2016) REVIEW : Kontemplasi Kehidupan Era Digital Yang Menyenangkan

Era digital terkadang membuat orang berpindah medium untuk saling berkomunikasi dengan satu sama lain. Bahkan, sebuah tujuan hidup yang utama pun terkikis akan suatu ilusi popularitas semu yang ditawarkan oleh Dunia Maya yang digunakan oleh banyak orang. Sosial Media tak bisa dipungkiri menawarkan suatu kelebihan luar biasa dalam membuat ruang publik baru bagi masyarakat. Pun, keberadaannya juga menjadi sebuah polemik yang luar biasa besar.   Dan itulah, premis dasar yang berusaha diangkat oleh ‘ Nerve ’ buku karya Jeanne Ryan yang siap diadaptasi ke dalam format layar lebar. Duo sutradara Henry Joost dan Ariel Schulman siap mengarahkan buku tersebut di bawah naungan Lionsgate. Dibintangi oleh Emma Roberts dan Dave Franco, film Nerve menjadi sebuah film young-adult baru yang mengangkat tema dengan relevansi yang besar bagi para remaja masa kini. Problematika tentang dunia maya ataupun media sosial, mungkin akan relevan dengan rentang usia yang universal. Tetapi, Nerve memiliki po...

THE SECRET LIFE OF PETS (2016) REVIEW : Tingkah Jenaka Rahasia Para Binatang Peliharaan

Sebuah film animasi mungkin adalah cara sineas untuk mengemas ide dari apa yang mereka pikirkan yang mana tujuannya adalah untuk dikonsumsi oleh penonton. Memang, sebagian besar film animasi ditujukan untuk anak-anak sebagai sarana hiburan setelah penat menjalani kegiatan belajar mengajar sehari-harinya. Banyak rumah produksi yang berlomba-lomba menghasilkan sebuah film animasi yang ditujukan sebagai medium untuk melepas penat sejenak bersama keluarga. Salah satu rumah produksi itu adalah Illumination Pictures yang dinaungi oleh Universal Pictures.   Rumah produksi satu ini berhasil sukses lewat Despicable Me, apalagi karakter minions yang sudah memiliki banyak penggemar. Selain proyek Despicable Me dan minion-nya, Illumination Entertainment berusaha membuat proyek setup baru untuk dijadikan proyek yang menjanjikan. The Secret Life of Pets , menawarkan berbagai macam kejenakaan para binatang peliharaan yang memiliki ‘kegiatan’ lain setelah para majikan pergi. Kegiatan-kegiatan i...

KOALA KUMAL (2016) REVIEW : Komedi Problematika Remaja Dengan Cara Lebih Dewasa

Raditya Dika sepertinya telah menjadi sebuah brand di kalangan perfilman Indonesia. Filmnya laris manis dan selalu memasuki tangga perolehan penonton terbanyak. Seperti tahun lalu, filmnya berjudul Single menjadi film terlaris nomor dua dengan perolehan 1,2 juta penonton. Lambat laun, permintaan atas film-film karya Raditya Dika pun bertambah. Sehingga, film-film yang digarap olehnya akan dinantikan oleh banyak penonton.   Koala Kumal, termasuk menjadi salah satu film yang dinantikan di tahun 2016. Menetapkan tanggal jadwal pada libur lebaran 2016, film Raditya Dika jelas digadang akan menjadi salah satu film terfavorit tahun ini. Beberapa mungkin akan antipati dengan film-film Raditya Dika karena beberapa orang merasa tidak cocok dengan gaya diusung olehnya. Film-filmnya memang bertemakan komedi yang mungkin akan terasa hit and miss. Raditya Dika sepertinya mengusung sebuah film komedi canggung yang berada di dalam karakternya. Dan Koala Kumal termasuk karya dengan tema itu. Akan...

THE CONJURING 2 (2016) REVIEW : Sekuel Franchise Horor Yang Berbeda

Ed dan Lorraine Warren pernah dan sangat berhasil menghantui malam-malam penontonnya paska bercerita tentang kasusnya menangani gangguan makhluk halus. Kesuksesan itu benar-benar tak terduga, paska cerita yang diarahkan oleh James Wan ini telah pernah menangani kasus cerita serupa. The Conjuring adalah judul dari kasus milik Ed dan Lorraine Warren dalam menangani kasus-kasus makhluk astral yang menghantui kliennya.   Kasus milik Ed dan Lorraine Warren ini berdasarkan kasus yang ditangani oleh orang bernama sama di dunia nyata. Mereka berdua bukanlah karakter rekaan yang dibuat oleh James Wan dan cerita filmnya pun diadaptasi dari kasus-kasus mereka. Maka, setelah berhasil menakut-nakuti penontonnya di kasus pertamanya, James Wan memutuskan untuk melanjutkan kisah-kisah penangkapan hantu lainnya dari kasus milik mereka. The Conjuring tak sengaja menjadi sebuah franchise film horor besar yang ditunggu oleh penontonnya. Dan The Conjuring 2 , menjadi sebuah film yang dinantikan. Jam...

SINGLE (2015) REVIEW : Komedi Megah Tahun Ini

Tak habisnya di setiap tahun Raditya Dika bertemu dengan para penggemarnya lewat film yang ia buat. Dan tak pernah mati, film-film Raditya Dika selalu berada di angka yang cukup fantastis dalam raihan penonton. Faktor kepiawaiannya dalam memberikan canda tawa kepada penggemarnya yang membuat film-filmnya laris manis di pasaran. Sehingga, tak salah jika Raditya Dika bisa menjadi sebuah brand   dalam perfilman Indonesia.   Mengejutkan, ketika biasanya Raditya Dika bekerjasama dengan Star Vision di setiap filmnya, kali ini Raditya Dika bisa menggaet rumah produksi Soraya Intercine Films sebagai naungannya. Dan mengagetkan pula, Raditya Dika diberi kesempatan untuk sekali lagi mengarahkan dan menulis naskah untuk filmnya sendiri. Single , karya terbaru miliknya ini masih menggunakan dirinya sebagai pemeran utamanya dan komedi sebagai pilihan genre -nya. Raditya Dika masih menggunakan formula yang sama di setiap filmnya. Patah hati, kesepian, dan perjuangan untuk mendapatkan keka...