Skip to main content

THE DIVERGENT SERIES : INSURGENT (2015) REVIEW : Bigger Visual, Sacrificing Other Element


Tak perlu khawatir, film dengan embel-embel adaptasi buku best seller tahun ini akan semakin banyak. Terutama pada buku dengan genre young-adult yang sebenarnya memiliki formula yang sama dari satu buku ke buku yang lain. Seri penutup The Hunger Games, babak kedua dari The Maze Runner, dan masih banyak lagi buku-buku young adultmeski bukan tema dystopian yang diangkat ke dalam sebuah gambar bergerak.

Maka, di bulan Maret ini adalah giliran untuk babak kedua dari buku karangan Veronica Roth. Insurgent, lanjutan dari Divergent ini memiliki kesempatan untuk menunjukkan diri terlebih dahulu ketimbang buku-buku best seller lainnya. Setelah Divergent yang berhasil memikat penonton dan pendapatan yang luar biasa, tentu Summit Entertainment tak akan segan-segan untuk memberikan lampu hijau kepada seri keduanya.


Insurgent kali ini mengalami perubahan di departemen penyutradaraan. Neil Burger tak kembali mengarahkan filmnya, tetapi mengawasi babak kedua dari Divergent. Tongkat kekuasaannya diberikan kepad Robert Schwantke. Di dalam departemen penulisan naskah pun, harusnya Insurgent memiliki sesuatu yang lebih dibandingkan dengan Divergent. Adanya nama seperti Akiva Goldsman yang sudah memiliki jam terbang tinggi meskipun dia bekerja di dalam tim bersama dengan Brian Duffield dan Mark Bomback.

Sayangnya, meskipun ada nama Akiva Goldsman di dalam filmnya, Insurgent memiliki narasi yang sangat terbatas di dalam efek visualnya yang semakin megah. Perjalanan Insurgent dalam bertutur melewati perjalanan panjang yang berbatu. Tak seperti Divergent yang setidaknya menghibur penontonnya dengan jalan cerita dan bertutur yang masih menyenangkan meski di dalam durasi yang lebih panjang ketimbang Insurgent. 120 menit milik Insurgent memiliki ritme yang tak menentu dan adegan yang hambar. 


Insurgent pun menceritakan bagaimana Tris (Shailene Woodley) dan Four (Theo James) yang kabur dari serangan para dauntless. Mereka bersama Caleb (Ansel Elgort) dan Peter (Miles Teller) bersembunyi di markas milik Amity dengan berbagai syarat. Tetapi tak lama, para Dauntless yang sudah bersekongkol dengan Erudite datang dan mencari Tris, Four, dan kawanannya tersebut. Mereka kembali kabur dan bersembunyi di tempat Para Non-Faksi (Factionless)

Di sana mereka mulai mencoba untuk membangun sebuah pasukan besar untuk melawan Erudite, terutama untuk melawan Jeanine (Kate Winslet). Tetapi, Jeanine sedang melakukan pencarian besar-besaran terhadap Divergent yang kuat untuk membuka suatu kotak rahasia yang berisikan sesuatu. Tris berusaha keras agar dapat menghindar atas rencana jahat dari Jeanine. Karena, sesuatu di dalam kotak tersebut akan mengubah sesuatu yang sangat besar. 


Poin pertama yang tetap menjadi luka di dalam seri Divergent adalah bagaimana karakter-karakter di dalam film ini tak memiliki penggalian karakter yang lebih dalam. Semua karakter hadir hanya untuk sekedar formalitas adaptasi dari buku ke sebuah gambar. Hanya sekedar tampil beberapa detik sehingga di dalam beberapa poin penting karakter tersebut tak memiliki relevansi dengan subplot cerita yang seharusnya bisa tampil lebih kuat.

Tak hanya memiliki keterbatasan dalam mengembangkan latar belakang karakternya saja, tetapi bagaimana Robert Schwantke belum bisa menyampaikan cerita di dalam filmnya dengan baik. Beberapa akan terlihat sangat mentah dalam menyajikan setiap konflik yang sebenarnya akan bisa tampil kuat. Sayangnya, emosi yang sepertinya sudah tertuang di dalam screenplay milik Akiva Goldsman bersama dua orang temannya tak dapat tergambarkan ke dalam gambar bergerak. Akhirnya, beberapa poin akan terasa sangat hambar.

Beruntunglah, Insurgent memiliki efek visual yang jauh lebih megah ketimbang seri pertamanya, Divergent. Mungkin karena sudah tahu bahwa Insurgent sudah memiliki crowd yang besar, maka dari itu Summit Entertainment, selaku Production House yang menaungi seri ini, tak segan dalam memberikan dukungan untuk menyokong film ini dalam segi teknis. Hasilnya, beberapa cerita yang menggunakan visual effect, berhasil menangkap momen-momen indahnya. Robert Schwantke tahu benar bagaimana memperlakukan filmnya agar terlihat lebih megah meski haru mengorbankan narasi.


Pun juga dengan Shailene Woodley yang berusaha memberikan performa akting yang totalitas. Tetapi, apa gunanya jika totalitas dalam berlakon itu ternyata hanya diberikan oleh performa Shailene Woodley semata. Ya, dia adalah karakter sentral di film ini, tetapi masih ada Ansel Elgort, Miles Teller, yang tak memiliki kesempatan untuk menunjukkan performa gemilangnya di dalam film ini. Begitu pun dengan Theo James yang juga karakter utama, performanya terasa hampa. Untungnya ada beberapa nama besar seperti Kate Winslet dan Naomi Watts yang mampu menaikkan tensi filmnya.

Maka, Divergent yang sudah membuat penontonnya memberikan patokan tinggi harus siap untuk dikecewakan. Insurgent adalah sebuah penurunan presentasi meskipun tak semua bagiannya tak bisa dinikmati. Insurgent memiliki keterbatasan luar biasa di dalam narasinya yang harusnya dapat memberikan drama thought-provoking dengan balutan aksi dan visual effect yang tampil megah. Tetapi, Robert Schwantke pun tak dapat menyampaikan pesan-pesan yang sepertinya sudah tertulis baik di dalam naskah milik Akiva Goldsman dan timnya. Maka, tak urungkan niat untuk terlalu menantikan seri terakhirnya, Allegiant, yang akan terbagi dua bagian.

Comments

Popular posts from this blog

The Glass Castle

Destin Cretton is anything but a household name. Yet, the gifted filmmaker turned heads with his massively overlooked 2013 drama, Short Term 12 . The effort bridged together Cretton's singular story and vision with the remarkable acting talents of Brie Larson. Since then Larson has gone on to win an Academy Award ( Room ), but her career comes full circle in her latest collaboration with Destin Cretton in the adapted film The Glass Castle . Told non-chronologically through various flashbacks, The Glass Castle follows the unconventional childhood of gossip columnist and eventual Best-Selling author Jeannette Walls (Larson). Prior to her career as a writer, Walls grows up under the dysfunctional supervision of her alcoholic father (Woody Harrelson) and her amateur artist mother (Naomi Watts). But as Jeannette and her siblings begin to mature and fully comprehend their squatter-lifestyle and impoverished upbringing, they must work together to escape the clutches of their deadbeat par...

The Best of the 2016 Philadelphia Film Festival

Sadly, the 25th annual Philadelphia Film Festival has come and gone. One of my favorite yearly events produced an amazing film lineup throughout its 11-day span of uninterrupted movie-watching, making 2016 the city's most impressive festival to date. I was only able to catch 17 films in total, a slightly lower figure than usual, but I'm thrilled to look back and recognize my "Best of the Fest" selections ( here's a look back at the 2015 festival ). Keep an eye out for these picks in the upcoming months, because many of them are guaranteed to garner acclaim during this year's Oscar run. Best Supporting Actress Honorable Mention:  Greta Gerwig ( Jackie ) and Janelle Monae ( Moonlight ) #3.  Naomie Harris ( Moonlight ) #2.  Haley Squires ( I, Daniel Blake ) And the winner is ... Michelle Williams - Manchester by the Sea Williams has always been a personal favorite of mine. And although her screen time is somewhat limited in this over two-hour drama, she most ...

Rapid Reviews: Despicable Me 3 and The House

If there's one current animated franchise I always look forward to, it's the Despicable Me films. Credited directors Kyle Balda, Pierre Coffin and Eric Guillon (co-director) bring to theaters the third installment of this series. Yet, with each subsequent journey into the hilarious and complicated life of former-super-villain Gru (voice of Steve Carell), the Despicable Me franchise seems to take a step backwards. After foiling an attempt at capturing the disgruntled former child star and 80s retro villain, Balthazar Bratt (voiced by South Park creator Trey Parker), Gru and Lucy (Kristen Wiig) are fired from the Anti-Villain League (AVL). And just as Gru breaks the unfortunate news to his trio of adopted daughters, he's visited by a man who reveals that Gru has a twin brother named Dru (also Steve Carell) who happens to possess a taste for villainy himself. The estranged siblings engage in some mischievous behavior behind Lucy's back and it leads on a path back to Bal...