Skip to main content

MINIONS (2015) REVIEW : Over Spotlight for A Cameo


Menjadi sebuah peran kecil di suatu film layar lebar lantas tak membuat beberapa karakter ini menjadi tak memiliki sorotan. Scrat di Ice Age, Aliens di Toy Story, dan Minions di Despicable Me adalah karakter sampingan yang secara tak sengaja memiliki sorotan lebih dari penonton. Dan dewi fortuna berpihak kepada Minionsyang pada akhirnya menjadi karakter yang disayangi oleh penontonnya karena tingkah lakunya yang menggemaskan. Dan juga, bahasa yang mereka gunakan dalam melakukan percakapan sehari-hari.

Karena ingin tak hanya dijadikan sebuah gimmick dalam film Despicable Me, Pierre Coffin memiliki berbagai juta alasan untuk menghadirkan Minions dalam sebuah satu film dengan durasi penuh 90 menit. Dalam Despicable Me seri kedua, Minions memang benar-benar mengambil alih screening time karakter-karakter utamanya. Dan hal tersebut mengakibatkan kacaunya plot utama yang harus berkorban demi karakter sampingan tersebut. Dan Pierre Coffin mempersembahkan sebuah cerita orisinil dari makhluk kuning yang mendukung kegiatan kejahatan Gru ini.

Sebuah spin-off yang ditujukan kepada para makhluk kuning menggemaskan ini tetap disutradarai oleh sang sutradara dari Despicable Me, Pierre Coffin. Film stand alone dari makhluk kuning ini pun berjudul sama dengan nama makhluk tersebut, Minions. Tentu, film Minions hadir sebagai sebuah kesempatan besar bagi makhluk kuning itu mendapatkan sorotan penuh. Hanya saja, Minions belum bisa menjadi sebuah hidangan utama yang lezat. Tak sama seperti saat mereka menjadi sebuah hidangan pendamping. 


Minions menceritakan sebuah cerita orisinil tentang para makhluk kuning itu. Mereka adalah asisten dari para penjahat yang ada di dunia. Mereka berpindah dari satu majikan ke majikan yang lain karena kecerobohan mereka yang selalu membuat nyawa majikan mereka terancam. Para Minions pun diburu dan tidak diinginkan lagi keberadaannya. Mereka pun tak memiliki majikan yang menyebabkan mereka tak memiliki semangat hidup lagi.

Dan Kevin, Stuart, dan juga Bob berusaha untuk menjadi Minions yang berani lagi mencari majikan yang pas bagi mereka. Mereka berpetualang untuk mencari majikan yang pas bagi mereka. Hingga suatu saat, mereka berada di sebuah pameran untuk orang-orang jahat dan bertemu dengan penjahat terkenal, Scarlett Overkill (Sandra Bullock). Kevin, Stuart, dan Bob menjadi asisten bagi Scarlett Overkill dan misi pertama mereka adalah mencuri mahkota ratu Inggris. 


Minions bisa dibilang adalah spin-off dan sekaligus menjadi sebuah prekuel bagi kehidupan kejahatan Gru dalam film Despicable Me. Minions mengambil setting waktu beberapa tahun sebelum dia bertemu dengan Gru. Sebagai sebuah prekuel, Minions memiliki beberapa poin menarik yang menjadi trivia bagi para fans seri Despicable Me. Mereka jadi tahu seperti apa dan bagaimana awal mula Gru memiliki Minions sebagai asisten mereka dalam melakukan tindakan kejahatan.

Sayangnya, sebagai sebuah Spin-Off, Minions gagal menjadi sebuah tontonan yang mengesankan penontonnya. Dengan adanya Minions, hal ini membuat Despicable Me seri pertama menjadi sebuah keberuntungan pemula dari sang sutradara. Minions pun seperti sebuah film yang seharusnya bisa berhenti dalam durasi paling maksimal 60 menit. Tetapi, durasi minions yang hanya 82 Menit terasa banyak sekali plot yang terlalu panjang dan beberapa adegan hadir untuk memenuhi durasi.

Kehadiran Minions dalam Despicable Me menjadi salah satu adegan yang akan dinantikan oleh penontonnya. Tetapi, berbeda ketika para makhluk kuning itu selalu hadir di sepanjang durasinya, mereka benar-benar tidak memiliki daya tarik lebih ketika memiliki origin story-nya sendiri. Hanya dengan bermodalkan beberapa dialog abstrak yang diadaptasi dari berbagai bahasa di dunia juga pengantar narasinya, Minions akan dengan mudah membuat penontonnya kelelahan untuk berusaha mengerti apa yang disampaikan oleh Minions. 


Kurang adanya relevansi bahasa atau pun sikap yang dilakukan oleh Minions terhadap penontonnya, membuat penonton tak memiliki rasa simpati lebih terhadap karakter Kevin, Stuart, atau pun Bob. Bahkan, karakter layaknya Scarlett Overkill tak bisa membuat plot utama dari film ini bergerak dengan lancar. Ada yang hilang dari karakter-karakter di dalamnya, tak ada nyawa yang bisa menggerakkan koneksi penonton dengan filmnya.

Layaknya para penjahat di dalam filmnya, film Minions memiliki suasana hati yang dingin. Pierre Coffin tak memikirkan sedikitpun keikutsertaan suasana hati penontonnya agar bisa menjaga relevansi di sepanjang 89 menit durasinya. Bahkan, tingkah laku menggemaskan para Minions pun telah dirilis lewat trailer-nya. Maka, hasilnya, tak ada sama sekali kejutan-kejutan manis yang berhasil membuat penontonnya pun tertawa. Hanya beberapa bagian yang akan membuat senyum simpul, bahkan untuk anak-anak.

Maka, bersyukurlah Minions masih memiliki kualitas animasi yang sangat mengagumkan. Detil-detil setiap gambar di dalam adegan film Minions mampu membuat penonton betah untuk melihatnya. Dan kekuatan dari Minions adalah desain karakter Minions yang unik dan juga menggemaskan, meski tak bisa diaplikasikan ke dalam tingkah lakunya di dalam film. Pun ada satu momen untuk penonton Indonesia di mana Minions mengucapkan beberapa bahasa Indonesia di dalam filmnya. Setidaknya Minions memiliki suatu Intermezzo untuk dibicarakan. 


Dan benar, karakter Minions sebagai seorang pendamping atau bahkan bisa dibilang Cameo di dalam film Despicable Me, tak bisa memiliki sinar yang sama ketika mereka mendapatkan kesempatan untuk bermain di dalam filmnya sendiri. Film Minions tak ubahnya menjadi sebuah film animasi yang ada hanya untuk memuaskan para fans dari Minions. Nyatanya, keberadaan Minions yang selalu muncul di sepanjang durasi malah membuat penontonnya tak memiliki relevansi dengan mereka. Maka, Minions hanya tepat disajikan sebagai makanan pendamping dalam Despicable Me

Comments

Popular posts from this blog

The Glass Castle

Destin Cretton is anything but a household name. Yet, the gifted filmmaker turned heads with his massively overlooked 2013 drama, Short Term 12 . The effort bridged together Cretton's singular story and vision with the remarkable acting talents of Brie Larson. Since then Larson has gone on to win an Academy Award ( Room ), but her career comes full circle in her latest collaboration with Destin Cretton in the adapted film The Glass Castle . Told non-chronologically through various flashbacks, The Glass Castle follows the unconventional childhood of gossip columnist and eventual Best-Selling author Jeannette Walls (Larson). Prior to her career as a writer, Walls grows up under the dysfunctional supervision of her alcoholic father (Woody Harrelson) and her amateur artist mother (Naomi Watts). But as Jeannette and her siblings begin to mature and fully comprehend their squatter-lifestyle and impoverished upbringing, they must work together to escape the clutches of their deadbeat par...

The Best of the 2016 Philadelphia Film Festival

Sadly, the 25th annual Philadelphia Film Festival has come and gone. One of my favorite yearly events produced an amazing film lineup throughout its 11-day span of uninterrupted movie-watching, making 2016 the city's most impressive festival to date. I was only able to catch 17 films in total, a slightly lower figure than usual, but I'm thrilled to look back and recognize my "Best of the Fest" selections ( here's a look back at the 2015 festival ). Keep an eye out for these picks in the upcoming months, because many of them are guaranteed to garner acclaim during this year's Oscar run. Best Supporting Actress Honorable Mention:  Greta Gerwig ( Jackie ) and Janelle Monae ( Moonlight ) #3.  Naomie Harris ( Moonlight ) #2.  Haley Squires ( I, Daniel Blake ) And the winner is ... Michelle Williams - Manchester by the Sea Williams has always been a personal favorite of mine. And although her screen time is somewhat limited in this over two-hour drama, she most ...

Rapid Reviews: Despicable Me 3 and The House

If there's one current animated franchise I always look forward to, it's the Despicable Me films. Credited directors Kyle Balda, Pierre Coffin and Eric Guillon (co-director) bring to theaters the third installment of this series. Yet, with each subsequent journey into the hilarious and complicated life of former-super-villain Gru (voice of Steve Carell), the Despicable Me franchise seems to take a step backwards. After foiling an attempt at capturing the disgruntled former child star and 80s retro villain, Balthazar Bratt (voiced by South Park creator Trey Parker), Gru and Lucy (Kristen Wiig) are fired from the Anti-Villain League (AVL). And just as Gru breaks the unfortunate news to his trio of adopted daughters, he's visited by a man who reveals that Gru has a twin brother named Dru (also Steve Carell) who happens to possess a taste for villainy himself. The estranged siblings engage in some mischievous behavior behind Lucy's back and it leads on a path back to Bal...