Skip to main content

REMEMBER WHEN : KETIKA KAU DAN AKU JATUH CINTA (2014) REVIEW : Potret Manis Kehidupan Cinta Remaja

 

Membahas kisah cinta saat remaja memang cukup indah, bukan? Dengan konflik klise yang sebenarnya bisa dihindari agar tidak terjadi. Dan ya, Kisah cinta remaja memang punya daya tariknya sendiri. Oleh karena itu, para sineas ingin menggambarkan kisah cinta remaja dengan konflik yang klise itu dalam sebuah film layar lebar. Tentu, dengan cara pengemasan konflik yang berbeda dari setiap sutradaranya.

Fajar Bustomi pun mengadaptasi sebuah novel milik Winna Efendi berjudul ‘Remember When’. Dengan cerita cinta dan persahabatan yang cukup kental di dalam bukunya. Disokong dengan naskah yang ditulis oleh Haqi Achmad yang sudah terbiasa menulis naskah adaptasi dari sebuah buku. Juga dengan Memasang wajah aktor dan aktris muda yang segar. Adaptasi buku ini menggunakan Remember When : Ketika Kau Dan Aku Jatuh Cinta sebagai judulnya. 


Remember When : Ketika Kau Dan Aku Jatuh Cinta ini bermula dari empat orang yang bersahabat di satu SMA. Dua lelaki, dua perempuan, dan mereka berpasangan. Freya (Michelle Zudith) berpasangan dengan Moses (Miqdad Addausy), Gia (Stella Cornella) berpasangan dengan Adrian (Maxime Bouttier). Mereka masing-masing sudah menjalani hubungannya selama dua tahun. Mereka berempat sering keluar untuk double date di suatu tempat.  

Suatu ketika, Moses tidak dapat menjemput Freya untuk pergi double date. Moses pun meminta Adrian untuk menjemput Freya di rumahnya. Freya kaget ketika dijemput oleh Adrian dan merasa gugup. Mereka pun saling berbincang satu sama lain dan menemukan kesamaan di antara mereka. Freya pun merasakan sesuatu yang lain di dalam dirinya. Dia merasa dia mulai menyukai Adrian tetapi dia sudah memiliki Moses. Begitu pun dengan Adrian. 


Enjoyable romance movie with great ensemble cast.

Mungkin, ini bukan pertama kalinya buku milik seorang Winna Effendi ini diangkat menjadi sebuah film layar lebar. Masih ingatkah Refrain? Ya, film itu pun berasal dari buku yang ditulis oleh orang yang sama. Remember When juga salah satu buku best seller milik Winna Effendi yang sekali lagi diadaptasi menjadi naskah sebuah film oleh Haqi Achmad –setelah Refrain –dengan pilot baru yaitu Fajar Bustomi. Fajar Bustomi dikenal lewat karyanya di Slank, Gak Ada Matinya dan salah satu segmen di film omnibus Aku Cinta Kamu.

Remember When : Ketika Aku dan Kau Jatuh Cinta ini pun masih memiliki tema yang generik di film-film cinta remaja. Perselingkuhan, persahabatan yang hancur gara-gara cinta, dan hal yang klise lainnya. Tetapi, bukan berarti hal klise itu tidak dapat dikemas dengan baik. Fajar Bustomi bisa dibilang cukup berhasil mengarahkan buku karangan Winna Effendi ini. Dibalut dengan naskah milik Haqi Achmad yang juga mampu merepresentasikan kehidupan remaja pada zaman sekarang.

Remember When : Ketika Aku dan Kau Jatuh Cinta ini memang memiliki banyak karakter yang bergerak sebagai pemeran utama. Tetapi, poin terpenting di film ini dipegang oleh Freya. Fajar Bustomi berhasil menggerakkan setiap pion karakternya dengan matang. Didukung naskah milik Haqi Achmad yang menggunakan dialog-dialog manis yang bisa dikutip. Akhirnya, setiap karakternya berhasil berjalan, menggerakkan ceritanya masing-masing dengan porsinya yang pas. Tidak ada yang pointless yang hanya menyesaki layar. 


Memang, Remember When bukanlah sajian cerita cinta remaja yang sempurna. Pun masih ada beberapa kekurangan di dalam filmnya. Penggunaan musik yang overused di beberapa adegan yang semestinya bisa beberapa dihilangkan. Penggunaan musik yang terlalu banyak itu pun sedikit menganggu beberapa momennya. Tetapi ada hal lain di musiknya yang juga menjadi salah satu poin plus untuk film Remember When. Musik yang ear-catchydan manis di beberapa bagian cukup berhasil menguatkan momen indah di dalam filmnya. Pun didukung dengan lagu manis milik RAN yaitu Dekat Di Hati yang menguatkan sisi manis film ini.

15 menit pertama milik Remember When : Ketika Aku dan Kau Jatuh Cinta ini masih memiliki potongan-potongan cerita yang belum rapi. Beberapa subplot cerita di Remember When pun masih terasa tumpang tindih and it happened suddenly. Masalah ini terjadi karena penggalian karakter yang masih dirasa kurang. Sehingga, penonton belum mendapat kesempatan untuk menemukan koneksinya dengan karakter di film ini, terutama pada sosok Moses. Treatment yang dilakukan oleh karakter satu ini memang yang paling lemah di antara karakter lainnya. 


Di samping lemahnya penggalian karakter ada faktor yang memperkuat karakter tersebut. Para aktor dan aktris di film ini mampu menghidupkan karakter-karakter muda di film ini. Michelle Zudith, Stella Cornella, Maxime Bouttier, dan Miqdad Addausy berhasil memberikan chemistry mereka sebagai seorang sahabat dan sepasang kekasih. Sehingga, pada momen klimaks film ini, semuanya mampu berkolaborasi dengan baik dan memberikan emosinya. Wajah-wajah segar dan performanya yang cukup baik patut diperhitungkan untuk bermain di film-film lainnya. 


Remember When : Ketika Kau dan Aku Jatuh Cinta masih mengangkat tema yang generik untuk film cinta remaja. Konflik klise tentang perselingkuhan dan persahabatan ini dikemas dengan cukup baik oleh Fajar Bustomi. Juga didukung dengan naskah dari Haqi Achmad yang memiliki dialog-dialog yang manis dan musik yang manis, sehingga berhasil merepresentasikan kehidupan cinta remaja yang berwarna. Meski beberapa kesalahan-kesalahan pun masih ada di film ini. Tetapi, Remember When : Ketika Kau dan Aku Jatuh Cinta adalah film remaja yang dibuat dengan baik. 

Comments

Popular posts from this blog

The Glass Castle

Destin Cretton is anything but a household name. Yet, the gifted filmmaker turned heads with his massively overlooked 2013 drama, Short Term 12 . The effort bridged together Cretton's singular story and vision with the remarkable acting talents of Brie Larson. Since then Larson has gone on to win an Academy Award ( Room ), but her career comes full circle in her latest collaboration with Destin Cretton in the adapted film The Glass Castle . Told non-chronologically through various flashbacks, The Glass Castle follows the unconventional childhood of gossip columnist and eventual Best-Selling author Jeannette Walls (Larson). Prior to her career as a writer, Walls grows up under the dysfunctional supervision of her alcoholic father (Woody Harrelson) and her amateur artist mother (Naomi Watts). But as Jeannette and her siblings begin to mature and fully comprehend their squatter-lifestyle and impoverished upbringing, they must work together to escape the clutches of their deadbeat par...

The Best of the 2016 Philadelphia Film Festival

Sadly, the 25th annual Philadelphia Film Festival has come and gone. One of my favorite yearly events produced an amazing film lineup throughout its 11-day span of uninterrupted movie-watching, making 2016 the city's most impressive festival to date. I was only able to catch 17 films in total, a slightly lower figure than usual, but I'm thrilled to look back and recognize my "Best of the Fest" selections ( here's a look back at the 2015 festival ). Keep an eye out for these picks in the upcoming months, because many of them are guaranteed to garner acclaim during this year's Oscar run. Best Supporting Actress Honorable Mention:  Greta Gerwig ( Jackie ) and Janelle Monae ( Moonlight ) #3.  Naomie Harris ( Moonlight ) #2.  Haley Squires ( I, Daniel Blake ) And the winner is ... Michelle Williams - Manchester by the Sea Williams has always been a personal favorite of mine. And although her screen time is somewhat limited in this over two-hour drama, she most ...

Rapid Reviews: Despicable Me 3 and The House

If there's one current animated franchise I always look forward to, it's the Despicable Me films. Credited directors Kyle Balda, Pierre Coffin and Eric Guillon (co-director) bring to theaters the third installment of this series. Yet, with each subsequent journey into the hilarious and complicated life of former-super-villain Gru (voice of Steve Carell), the Despicable Me franchise seems to take a step backwards. After foiling an attempt at capturing the disgruntled former child star and 80s retro villain, Balthazar Bratt (voiced by South Park creator Trey Parker), Gru and Lucy (Kristen Wiig) are fired from the Anti-Villain League (AVL). And just as Gru breaks the unfortunate news to his trio of adopted daughters, he's visited by a man who reveals that Gru has a twin brother named Dru (also Steve Carell) who happens to possess a taste for villainy himself. The estranged siblings engage in some mischievous behavior behind Lucy's back and it leads on a path back to Bal...